MOROWALI

[morowali][bsummary]

GALERI

[galeri][bigposts]

BERITA

[galeri][twocolumns]

ANWAR HAFID ( Bupati Morowali ) _ 2017





 Supel, tegas, bijaksana, berwibawa dan religius. Barangkali itu gambaran sosok Drs. H. Anwar Hafid MS.i. Bupati Morowali atau akrab disapa Anwar Hafid. Meski berusia muda, tapi soal jam terbang memimpin kota Bungku boleh dikata beliau sangat kaya akan pengalaman.

Diawali dari menitikan karier sebagai kepamongan dari  Kepala Desa Rante Balla di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Lulusan sekolah Pamong APDN Ujung Pandang ini langsung mengukir karier dan prestasinya hingga menjadi Pamong nomor satu di Kabupaten Morowali.

Salah satu kunci sukses Bupati termuda di Sulawesi ini adalah senantiasa selalu mendekatkan diri tidak saja kepada masyarakat. Menurut Anwar Hafid yang terpenting adalah selalu mendekatkan diri pada Tuhan Sang Pencipta alam semesta dalam meniti karirnya.

Sebagai putra Morowali yang sudah cukup berpengalaman diberbagai level pemerintahan, Beliau memahami betul karakteristik dan persoalan di Kabupaten Morowali. Ini terbukti Anwar Hafid terus terpilih selama dua periode sebagai Bupati Morowali.

Menariknya lagi dari kepribadian kepemimpinan Anwar Hafid tidak membeda- bedakan dalam hal pelayanan. Karena Anwar Hafid sadar betul dan menganggap bahwa jabatan adalah amanah dan jabatan di pergunakan untuk melayani masyarakat. Dan bukan untuk dilayani.

“Ya, kalau dulu untuk bertemu dengan Bupati begitu saklar dan harus memalui beberapa tahapan birokrasi. Tapi begitu saya menjabat semua itu saya rubah. Selapas sholat Subuh pun di rumah jabatan ini saya sudah membuka pintu lebar-lebar bagi siapapun (dari kalangan birokrasi hingga masyarakat. red) yang ingin menyampaikan segala macam permasalahan (curhat),” ujar Anwar Hafid.

Dari keterbukaan dan tanpa batasan birokrasi inilah Anwar Hafid memiliki point tersendiri dimata masyarakat Sulawesi Tengah hingga Pejabat Morowali akan keberhasilan Beliau memimpin.

Dan apa yang terjadi? Ditangan dingin Anwar Hafid, kini Morowali memang sudah tidak dipandang lagi sebelah mata. Semua program-program yang dicanangkan boleh jadi senantiasa selalu berhasil. Mulai dari program pendidikan dan kesehatan gratis, pertanian, perikanan, perkebunan sampai sektor pembangunan dari desa sampai kota terus diupaya untuk keberhasilan kota Morowali.

“Sebagai contoh untuk program pendidikan gratis dari SD sampai SMA ini, saya hanya berharap masyarakat di Morowali bisa sekolah dan menempuh pendidikan itu setinggi-tingginya tanpa harus memikirnya biaya,” tegas Anwar Hafid.

“Saya tidak ingin melihat ada anak-anak di Morowali harus putus sekolah karena tidak biaya, lalu harus bekerja membantu orangtuanya. Karena pendidikan itu penting sebagai modal hidup kita kelak,” imbuh pegemar olahraga sepakbola ini.

Anwar Hafid dilahirkan di Kabupaten Morowali tepatnya di Desa Wosu Kecamatan Bungku Barat pada tanggal 14 Agustus 1969. Di desa itulah Anwar kecil menimba ilmu pendidikan dasar, di SD Negeri Wosu dan melanjutkan sekolahnya ke SMP Bungku. Sedangkan untuk melanjutkan pendidikan ke SMA, Anwar harus meninggalkan kampung halamannya dan sekolah di SMA 1 Poso.

Kehidupan masa sulit ketika sekolah dulu amatlah membekas dalam hidupnya. Ia pun bertekad hal itu tak terjadi lagi bagi anak-anak usia sekolah di kampung halamnnya saat ini. Untuk itulah ia mengeluarkan kebijakan sekolah gratis bagi siswa SD sampai SMA.

Setelah lulus dari SMA Negeri 1 Poso, Anwar menjalani pendidikan kedinasan  di APDN (Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Ujung Pandang), yang dilanjutkan dengan pendidikan Sarjana di Universitas Hasanuddin Fakultas Sosial dan Ilmu Politik program studi Pemerintahan.

Anwar Hafid mulai meniti karirnya dari level Kepala Desa, Sekretaris Kecamatan, Camat, Kepala Bagian Pemerintahan, sampai Asisten Bidang Pemerintahan di Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan.

Ia pernah menjadi Kepala Desa Rante Balla Kecamatan Bastem Kabupaten Luwu pada tahun 1992 sampai 1994. Pernah juga menjadi sekcam di kecamatan Mangkutama kabupaten Luwu Utara tahun 1998 sampai 1999.  Karirnya sebagai Pamong semakin bersinar ketika menjadi Camat di Towuti tahun 2000 dan Camat di Nuha kabupaten Luwu Timur pada tahun 2003 sampai 2005.

Setelah lima tahun menjadi Camat di dua kecamatan berbeda, Anwar pun diangkat menjadi Kabag Pemerintahan Luwu Timur pada tahun 2005 lalu pada tahun 2006 diangkat sebagai assiten satu kabupaten Luwu Tumir.

Jenjang karir sebagai Pamong itulah, Beliau jalani dengan tulus dalam melayani masyarakat semata-mata diniatkan sebagai ibadah. Tak heran jika kemudian ayah dari Moh Fathur Razak dan Astri Aulia ini kemudian amat dikenal sebagai pamong yang dekat dengan masyarakat.

No comments:

Post a Comment