MOROWALI

[morowali][bsummary]

GALERI

[galeri][bigposts]

BERITA

[galeri][twocolumns]

Wisata Unik Bukit Mateantina, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali. (cw_by catatan kaki_asrul kolono)


Wisata Unik  Bukit Mateantina, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali. (cw_by catatan kaki_asrul kolono)

Objek Wisata Bukit Mateantina
Desa Kolono, Kec. Bungku Timur. Kab, Morowali
Rasa penasaran saya muncul ketika mendengar cerita-cerita orang tua tentang Mateantina. Apa itu mateantina? Mateantina adalah salah satu objek wisata unik di kabupaten morowali. Mateantina terletak di Desa Kolono, kecamatan bungku timur, kabupaten morowali. Mateantina dari bahasa bungku artinya “tempat matinya seorang perempuan”. Matea = tempat mati dan tina = perempuan.

Pukul 10.00 saya beserta my sista berangkat dari kampung saya Desa Moahino menuju kota bungku sekitar 50 km, beberapa minggu sebelumnya saya menempuh sekitar 500 km  perjalanan motor dari Kota Palu ibu kota propinsi Sulawesi tengah. Setelah menyelesaikan beberapa urusan di bungku kemudian kami melanjutkan perjalanan sekitar 10 km ke desa kolono. Jadi total sekitar 560 km dari kota Palu. Setelah tiba di Desa Kolono akan tampak jelas bukit mateantina.

Mateantina mempunyai keunikan tersendiri yaitu berupa daerah perbukitan yang ditumbuhi alang-alang namun di sekelilingnya terdapat daerah hutan yang ditumbuhi oleh pohon-pohon yang besar. Apabila dilihat sekilas memang seperti bekas penebangan hutan, namun ternyata tidak. Bukit ini memang seperti itu adanya sejak zaman dahulu. Informasi ini saya dapat dari beberapa cerita orang tua mengenai tempat ini dan berbagai sumber lain.
Objek Wisata Bukit Mateantina
Desa Kolono, Kec. Bungku Timur. Kab, Morowali
Mateantinya mempunyai cerita mistis tersendiri. Ada beberapa pendapat tentang cerita bukit mateantina. Namun saya memilih cerita yang cukup lengkap dan saya piker lebih mendekati. Konon katanya bukit matenatina merupakan bukit kutukan.

Pada zaman dahulu di daerah tersebut terdapat suatu kerajaan. Dimana Raja yang memerintah pada saat itu memiliki seorang putri yang sangat cantik jelita. Dia merupakan putri dambaan banyak pria. Banyak pangeran dari kerajaan lain yang ingin memperebutkan putri tersebut. Khilaf dari orang tua ada yang mengatakan tiga orang ada yang mengatakan tujuh orang.

Datanglah para pangeran tersebut menghadap Raja, yang tidak lain ayah sang putri. Kemudian menanyakan siapa yang dia pilih dan akan menjadi suami dari putri cantik tersebut. Karena bingung, Raja kemudian memutuskan untuk mengadakan sayembara. Raja menempatkan sang Putri di atas bukit dan kemudian mengatakan “Barang siapa yang berhasil menyentuh putri di atas bukit  terlebih dahulu, maka dia akan menjadi suami dari anak saya”. Dan sang putri juga bersumpah barang yang siapa yang akan menjadi calon suami saya, maka saya bersumpah akan setia sehidup semati dengan dia.

Maka bersainglah ketujuh pangeran ini, mereka bertarung mati-matian demi mendapatkan sang putri. Setelah bertarung dengan darah yang banyak berceceran, tinggallah seorang pangeran dan kemudian berhasil sampai ke bukit dan meraih sang putri. Namun karena mengalami pertarungan  berdarah maka sang pangeran, calon suami pun mati di pangkuan sang putri. Karena sumpah sang putri sebelumnya, maka dengan isak tangis sang putri  memutuskan untuk mati bersama sang calon suami dengan menjatuhkan dirinya dari atas bukit.

Di sekitar bukit yang kosong itu lah para pangeran dan putri raja meninggal. Ibarat kata daerah kosong itu penuh dengan darah dan telah dikutuk, sehingga tak ada pohon yang mau tumbuh. Dan sekarang bukit mateantina menjadi objek wisata yang unik di daerah tersebut.

Bukit mateantina menjadi pengingat tentang cerita perjuangan pangeran dan setianya seorang putri. Ini menjadi pembelajan bagi orang-orang yang melintas dan melihat bukit mateantina. Dan juga menjadi kearifan local masyarakat sekitar yang seharusnya kita lestarikan. Baik itu bukitnya maupun cerita rakyatnya. Demikian semoga bermanfaat.

1 comment:

  1. serem juga...tapi'coba deh tanem pohon sagu mungkin bisa tumbuh.,,hehe
    keren postnye bang asrul...

    ReplyDelete